Meski Banyak Keluhan, UNBK Dipertahankan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan akan tetap mempertahankan konsep soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini.
Konsep ini diyakini meningkatkan mutu pengajaran guru kepada siswa.
"Dari evaluasi, UNBK tingkat SMA/SMK dan SMP berjalan bagus. Kami pastikan konsep pembuatan soal seperti kemarin dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy di Yogyakarta, Sabtu (28/4).
Menjadi pembicara kunci di hadapan guru dan mahasiswa, Muhajir hadir di seminar bertema ‘Profesionalisme Guru Abad 21’ di Universitas Negeri Yogyakarta.
Mendikbud menyatakan kebijakan menerapkan soal-soal dengan konsep Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada UNBK perdana tahun ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Muhajir mengatakan jika didalami, sebenarnya soal-soal ujian lalu hanya 10% yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Sementara sisanya soal tingkat menengah dan rendah.
“Pasalnya, yang dikeluhkan di media sosial adalah beberapa soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Angkanya tidak lebih dari lima. Tapi apa pun pendapat yang disampaikan kami terima dan terus mengevaluasi,” lanjutnya.
Bila dibandingkan peserta ujian UNBK SMA/SMK 2018 yakni 4,2 juta siswa, maka jumlah siswa yang mengeluhkan sulitnya soal tidak signifikan.
Muhajir mengatakan penerapan ujian konsep HOTS harus ditempuh sebagai upaya meningkatkan peringkat Indonesia dalam sistem Porgramme For Internasional Students Assessment (PISA) dan Trends International Mathemactic and Science Study (TIMMS).
Penerapan konsep ujian berbasis nalar wajib dilakukan saat ini guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.
Sosialisasi kebijakan ini sudah dilakukan setahun sebelum UNBK dan diakui memang belum banyak pengajar yang siap.
“Konsep bertujuan memberi penekanan kepada guru untuk membuat soal ujian sendiri bagi siswa. Ini yang selama ini tidak dilakukan guru. Mereka dimanjakan lembar kerja siswa yang dibuat pihak lain. Mulai tahun depan kami tekankan ke sana,” lanjutnya.
Dengan konsep pengajaran yang mengacu pada PISA dan TIMMS, anak didik disiapkan mampu menjawab tantangan abad 21.
Selain melibatkan penalaran, pendidikan juga diarahkan menanamkan empat kriteria pada siswa yaitu komunikasi, kreatif, berpikir kritis, kolaborasi dan kepercayaan diri.
Pada Senin (30/4), Kemendikbud akan mengumumkan hasil UNBK secara nasional. Muhajir mengatakan ada penurunan nilai pada satu mata pelajaran dibandingkan tahun lalu, namun kebocoran soal tidak ada laporan.
“Di hari pertama kami aku terjadi masalah diserver pusat karena akses bersamaan guru mengunduh soal, sehingga terjadi penyempitan dan bisa diatasi dengan pembukaan server cadangan. Di hari ke dua sampai selesai kami tidak temukan masalah,”katanya.
Banyaknya pengakses server saat ujian karena jumlah siswa SMP yang mengikuti UNBK juga banyak.
Dari sebelumnya 32%, tahun ini menjadi 63% dan ditargetkan 80% siswa SMP ikut UNBK tahun depan.
Karena itu, Kemendikbud meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi menambah infrastruktur jaringan agar tahun depan lebih banyak SMP bisa mengikuti UNBK.
Sumber : Gatra.com
Konsep ini diyakini meningkatkan mutu pengajaran guru kepada siswa.
"Dari evaluasi, UNBK tingkat SMA/SMK dan SMP berjalan bagus. Kami pastikan konsep pembuatan soal seperti kemarin dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy di Yogyakarta, Sabtu (28/4).
Menjadi pembicara kunci di hadapan guru dan mahasiswa, Muhajir hadir di seminar bertema ‘Profesionalisme Guru Abad 21’ di Universitas Negeri Yogyakarta.
Mendikbud menyatakan kebijakan menerapkan soal-soal dengan konsep Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada UNBK perdana tahun ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Muhajir mengatakan jika didalami, sebenarnya soal-soal ujian lalu hanya 10% yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Sementara sisanya soal tingkat menengah dan rendah.
“Pasalnya, yang dikeluhkan di media sosial adalah beberapa soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Angkanya tidak lebih dari lima. Tapi apa pun pendapat yang disampaikan kami terima dan terus mengevaluasi,” lanjutnya.
Bila dibandingkan peserta ujian UNBK SMA/SMK 2018 yakni 4,2 juta siswa, maka jumlah siswa yang mengeluhkan sulitnya soal tidak signifikan.
Muhajir mengatakan penerapan ujian konsep HOTS harus ditempuh sebagai upaya meningkatkan peringkat Indonesia dalam sistem Porgramme For Internasional Students Assessment (PISA) dan Trends International Mathemactic and Science Study (TIMMS).
Penerapan konsep ujian berbasis nalar wajib dilakukan saat ini guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.
Sosialisasi kebijakan ini sudah dilakukan setahun sebelum UNBK dan diakui memang belum banyak pengajar yang siap.
“Konsep bertujuan memberi penekanan kepada guru untuk membuat soal ujian sendiri bagi siswa. Ini yang selama ini tidak dilakukan guru. Mereka dimanjakan lembar kerja siswa yang dibuat pihak lain. Mulai tahun depan kami tekankan ke sana,” lanjutnya.
Dengan konsep pengajaran yang mengacu pada PISA dan TIMMS, anak didik disiapkan mampu menjawab tantangan abad 21.
Selain melibatkan penalaran, pendidikan juga diarahkan menanamkan empat kriteria pada siswa yaitu komunikasi, kreatif, berpikir kritis, kolaborasi dan kepercayaan diri.
Pada Senin (30/4), Kemendikbud akan mengumumkan hasil UNBK secara nasional. Muhajir mengatakan ada penurunan nilai pada satu mata pelajaran dibandingkan tahun lalu, namun kebocoran soal tidak ada laporan.
“Di hari pertama kami aku terjadi masalah diserver pusat karena akses bersamaan guru mengunduh soal, sehingga terjadi penyempitan dan bisa diatasi dengan pembukaan server cadangan. Di hari ke dua sampai selesai kami tidak temukan masalah,”katanya.
Banyaknya pengakses server saat ujian karena jumlah siswa SMP yang mengikuti UNBK juga banyak.
Dari sebelumnya 32%, tahun ini menjadi 63% dan ditargetkan 80% siswa SMP ikut UNBK tahun depan.
Karena itu, Kemendikbud meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi menambah infrastruktur jaringan agar tahun depan lebih banyak SMP bisa mengikuti UNBK.
Sumber : Gatra.com

